SELAMAT ULANG TAHUN. TUHAN MEMBERKATI……

sualang-copy

FHS: Joki yang Ingin jadi Pendeta, Panggilan Hidup sebagai Birokrasi

MEMASUKI usia 59 tahun, tidak ada satu pun berubah dari sikap dan gaya keseharian Freddy Harry Sualang. Semuanya berjalan seiring perubahan waktu, bagai semboyannya, “Biarlah Hidup Mengalir Seperti Air”.
Bagi FHS –begitu nama populernya di pentas politik– jabatan bukan segalanya. Pantaslah meski sudah yang kedua kalinya dipercaya masyarakat Sulawesi Utara untuk menjabat Wakil Gubernur, Ia tetap bersahaja dan dekat dengan masyarakat. “Tidak ada yang harus berubah. Jabatan hanya satu kepercayaan […]yang sewaktu-waktu bisa hilang,” jawab suami tercinta Sus Maritje Pangemanan ini singkat, ketika berbincang dengan Cahya Siang di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.
Memang Personal kita yang satu ini tidak sebagaimana kebanyakan pejabatat lainnya, yang sering “lupa diri” jika sudah berada di atas “kursi empuk”. Penampilannya yang sederhana namun berwibawa telah membawanya ke pesona yang tidak mudah lapuk dimakan usia. Ia tetap dipercaya masyarakat untuk bisa membawa Sulut ke arah yang lebih baik.
Ketokohan yang telah dibangun sejak berduet dengan Drs AJ Sondakh pada kepemimpinan di periode 2000-2005, tetap terbangun ketika kini bersama Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS) sebagai Gubernurnya.
Rahasianya? “Jaga kepercayaan dan bangun terus semangat kebersamaan dengan rakyat. Sebab, semangat kebersamaan ditambah ketabahan merupakan modal yang sangat berharga. Dan, satu lagi yang paling utama, berserah sepenuhnya kepada Yang Maha Kuasa,” ujar mantan pengurus GSKI dan GAMKI ini berceritera.
Selain kesibukan yang ‘menggunung’ sebagai Wakil Gubernur Propinsi Sulawesi Utara, apa lagi yang selalu menyita perhatian FHS? “Sulit meninggalkan hoby berkuda yang sudah dijalani sejak di bangku SD,” kata peraih Top Executive Award ini sembari tertawa lepas.
Personal yang bersemboyankan Biarlah Hidup Mengalir Seperti Air ini, mengaku masih sering mengurus kuda pacunya; Rano Raindang. Menurut Sualang, kedekatannya dengan kuda sudah terjalin lama. “Kita memang ‘gila’ kuda. Dari SD, setiap hari pekerjaan tetap adalah memandikan kuda. Bahkan sempat jadi joki. Ketika itu, pacuan kuda masih di lapangan Sario – sekarang kompleks KONI Sulut,” aku Sualang.
Sampai kini, Sualang yang awalnya bercita-cita ingin jadi pelayan jemaat (pendeta) namun kini jadi pelayan masyarakat (birokrat), masih saja tetap punya waktu mengurus kuda. Apalagi Sualang kini dipercayakan sebagai Ketua Pordasi Sulut. Dan ini secara otomatis, “Ya masih mengurus kudalah, meski sekarang agak jarang.”
Kuda terbaik Sualang diberi nama Rano Raindang. Nama ini, jelas Sualang, diambil dari sungai yang mengalir di belakang rumah keluarganya. Sualang mengaku mengurus kuda sudah dari orang tua. Soal sejumlah pejabat yang baru sekarang jadi berminat mengurus kuda, itu kurang dia mengerti. ”Kalau Pak Sinyo (SHS, red) bahkan sudah generasi ketiga, senang mengurus kuda,” kata Sualang yang mengaku banyak belajar dari sifat-sifat kuda.
Mengurus kuda diperlukan ketabahan. Putra Leilem yang lahir di Tomohon pada 23 April 1950 dan kini dikaruniai dua orang putra, Richard dan Rivo ini menambahkan, “Kuda adalah lambang kekuatan yang tiada tara. Sportifitas juga ada pada kuda. Kita lihat, dalam pacuan, muda-tua, birokrat-masyarakat, pejabat-orang tak punya pekerjaan, juga dari partai politik mana saja, semua membaur jadi satu serta menghilangkan perbedaan.
Bila masyarakat kecil yang menang, ucapan selamat tidak hanya dari warga se-strata, namun orang terpandang pun sering memberikan ucapan selamat. Selain itu, ketahanan fisik yang menggambarkan kemampuan seseorang dapat menguasai dunia tergambar juga dalam prilaku binatang ini. Itu sebabnya saya begitu enjoy tatkala melihat kuda,” jelas Sualang.
Itupun yang sering memberinya arah berpikir ketika menghadapi birokrat yang punya prilaku sulit dicerna. Makanya, untuk periode ini saya harus memilih birokrat. Dan, pilihannya jatuh pada Gubernur Sarundajang. Dan, ternyata kalau politisi-politisi agak sedikit berat menghadapi birokrat.
Kalau sekarang birokrat tak bisa main-main. Isi perutnya diketahui Gubernur Sarundajang. Sualang yang mengaku pernah dipreteli meski tidak secara langsung, sebab di depan mereka mengatakan “ya”, tapi di belakang tidak berbuat. Namun, praktis dengan SHS, tidak seperti periode lalu dengan orang politis. Dulu, nuansa politis terlalu kuat sehingga kurang pejabat yang mau mengambil resiko. Tapi sekarang kenapa banyak yang suka ikut kunjungan Wagub, ”Itu karena kita mulai menanamkan netralitas kepada birokrat. Birokrat itu independen saja tak usah kemana-mana. Dibandingkan periode lalu, praktis lebih ringan dari sekarang. Wagub tugas utamanya pengawasan, namun pak Gubernur pernah menjabat Irjen jadi tak bisa ‘dimainkan’,” jelas Sualang. Selamat dan Sukses. Tuhan Memberkati. (CS/Wilson Lumi)

sualang-copy

DATA PRIBADI
Nama Lengkap         : FREDDY HARRY SUALANG
Panggilan Akrab      : FREDDY
Tempat/Tgl Lahir   : TOMOHON, 23 April 1950
Agama                         : KRISTEN PROTESTAN
Hobby/Kegemaran: OLAHRAGA
Jabatan Sekarang    : WAKIL GUBERNUR SULAWESI UTARA
Alamat Kantor         : Jl. 17 Agustus No. 69 ManadoTelp./Fax Kantor863457/847287
Alamat Rumah         : KLEAK LING.II MALALAYANG MANADO
WISMA SOPUTAN GUBERNURAN

BUMI BERINGIN MANADODATA KELUARGA
Nama Isteri                : SUS MARITJE
Tgl Lahir                      : KAWILEY, 25 Desember 1950
Agama                          : KRISTEN PROTESTAN
Tgl, Thn Pernikahan: 23 PEBRUARI 1973
Jumlah Putra             : 2 (dua) orang Putra
Nama Putra                : RICHARD SUALANG, Mdo, 20 Juni 19732.
RIVO SUALANG, Manado, 25 Juli 1978

RIWAYAT PENDIDIKAN

1.SD, berijazah Tamat Tahun 19622.SMP, berijazah Tamat Tahun 19653.SMA, berijazah Tamat Tahun 19684.Sekolah Tinggi Publikasi, Tahun 1969-1970

DATA PEKERJAAN/ORGANISASI
GSKI, GAMKI, ANGKATAN’66, PARTISIPASI KRISTEN INDONESIA (PARKINDO), KETUA DPC PDI PERJUANGAN, ANGGOTA DPRD II KABUPATEN MINAHASA, KETUA DPD PDI-PERJUANGAN SULAWESI UTARA, WAKIL KETUA DPRD PROPINSI SULAWESI UTARA,WAKIL GUBERNUR SULAWESI UTARA

PENGHARGAAN YANGPERNAH DITERIMA“TOP EXECUTIVE AWARD” TAHUN 2001, “EXECUTIVE TERBAIK INDONESIA” TAHUN 2001, “TOKOH PEDULI NARKOTIKA NASIONAL” TAHUN 2001

KESAN SELAMA MENITI KARIER
“SEMANGAT DAN KETABAHAN ADALAH MODAL YANG SANGAT BERHARGA”

SEMBOYAN HIDUP
“BIARLAH HIDUP MENGALIR SEPERTI AIR”

PESAN BAGI SELURUH MASYARAKAT: “PERSATUAN & KESATUAN DALAM NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA HARUS TERUS KITA LESTARIKAN”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s