BERITA-BERITA MITRA 25 APRIL 2009

PROYEK JALAN SILIAN DIPERTANYAKAN WARGA

2504-papan-proyek-jalan-tombatu-silian

TOULUAAN – Pembangunan Jalan Trans Sulawesi antara Desa Tombatu Silian dan Desa Lobu dengan jarak sekitar 2 kilo meter hingga kini pembangunannya belum dimulai, kendati setahu kami papan proyek tersebut telah dipasang sejak bulan Maret lalu, hal ini dikatakan Tokoh Masyarakat, yang juga anggota BPD Desa Silian Tiga Julex Wanga kepada Cahya Siang Jumat (24/4) kemarin.

Wanga menambahkan, setahu […] kami bila papan proyek telah dipasang itu berarti proyek pembangunan jalannya sudah mulai jalan, paling tidak materialnya sudah ada di lokasi jalan tersebut. Bahkan anggaran untuk 20 persen tahap pertama telah dicairkan oleh pemerintah melalui Dinas PU dan SDA Propinsi Sulut. Sebab itu Wanga mengingatkan kepada kontraktor yang telah memenangkan tender jalan tersebut untuk segerah menyelesaikan proyek jalan tersebut.
“Kami selaku warga Silian Raya, merasa selama puluhan tahun ini kami seolah-olah dianak-tirikan oleh pemerintah, sebab selalu kami mengeluhkan agar jalan kami segerah diperbaiki, namun sampai sekarang belum juga terealiasi,” tukas Wanga.

Hal senada juga diampaikan Wakil Ketua Komisi B DPRD Mitra Johny Sahe, yang membidangi pembangunan kepada Cahya Siang mengatakan, selaku anggota dewan sangat menyayangkan kepada pihak kontraktor yang sejak bulan Maret lalu telah memasang papan proyek pembangunan jalan tersebut namun hingga mengakhiri bulan Maret ini pembangunan jalannya belum dimulai.
Bahkan Ketua Badan Kehormatan Dewan Mitra ini menduga jangan-jangan sang kontraktor adalah seorang Caleg, dan mungkin kalah dalam pertarungan merebut kursi DPR dan yang korban rakyat, akibat dana untuk pembangunan jalan hanya dihabiskan untuk kepentingan pribadi.

Sebab itu Ketua Partai Golkar Kecamatan Touluaan ini mengingatkan kepada pihak kontraktor, untuk segerah menyelesaikan pembangunan jalan tersebut. Karena kalau dihitung masa kerja pembangunan jalan tersebut hanya 90 hari, itu berarti tinggal 40 hari masa kerja dari sekarang, dan akhirnya proyek terebut bisa dibilang akan hangus. “Kendati mungkin dana tahap awal 20 persen sudah disalurkan kepada kontraktor pemenang tender tersebut,” ujar Sahe.
Seperti diketahui, proyek pembangunan jalan tersebut menelan anggaran Rp 2,9 miliar yang dimenangkan oleh PT Multikarya Utama Jaya dan nomor kontraknya 032/PPK-APBD/2009. Dengan anggaran melalui APBD Propinsi Sulut. (OT/002)

Dua SKPD Mitra Rebutan Mobil Operasional

RATAHAN – Mobil operasional penanggulangan bencana jenis Ford Ranger bantuan dari pemerintah pusat harusnya menjadi kendaraan oprasional untuk kepentingan Rakyat. Apalagi kendaraan tersebut khusus untuk penanggulangan bencana di Mitra bukan menjadi rebutan antara Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Pemkab Mitra.
Berdasarkan sumber resmi harian ini, Dinas Kesehatan ngotot untuk tidak menyerahkan Mobil tersebut dengan alasan banyak obat-obatan didalam box mobil sementara pihak BPB sendiri merasa mobil tersebut merupakan haknya karena sudah sangat jelas tertera dalam tulisan mobil operasional untuk penanggulangan bencana. “ Antara dinas kesehatan dan badan penanggulangan bencana so bersitegang, masing-masing tetap mempertahankan mobil operasional jenis Ford,” beber sumber Cahya Siang yang minta namanya tidak dikorankan.
Kepala BPB Decky Rori SE sendiri ketika dikonfirmasi mengungkapkan pihaknya sangat membutuhkan mobil tersebut untuk operasional menjaga-jaga jangan sampai terjadi bencana. Apalagi akhir-akhir ini Mitra lagi dilanda musim penghujan dan banyak titik rawan bencana, yang sewaktu-waktu bencana dapat menimpa warga kita di Mitra. “ Memang Dinas kesehatan suka mo pegang ini mobil, cuma torang sangat membutuhkan untuk menjaga-jaga jangan sampai terjadi bencana,” tukas Mantan Kadis Perhubungan Mitra ini.
Sayangnya kepala dinas kesehatan sendiri sampai berita ini belum sempat dimintai tanggapannya ketika dihubungi via ponselnya dalam keadaan tidak aktif.
Ditempat terpisah kepala bagian umum Ir Elly Sangian ketika dikonfirmasi mengenai masalah ini menjelaskan pihaknya masih akan mengatur penggunaan mobil operasional, apalagi saat ini masih ada lima unit Mobnas yang sementara ditenderkan. “Untuk Mobnas masih akan diatur penggunaannya, karena saat ini masih ada lima unit yang masih dalam proses pengadaannya untuk Badan dan Dinas yang baru saja dibentuk,” ujar Sangian. (OT/002)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s