BANK SULUT GANDENG EMPAT BANK PEMBANGUNAN BAGUN GRAND KAWANUA MANADO

CAHYA SIANG EDISI 1 MEI 2009


SINDIKASI EMPAT BANK PEMBANGUNAN BIAYAI GRAND KAWANUA0105-banksulut_penandatanganan-sindikasi-2

MANADO – Empat Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang tergabung dalam sindikasi pembangunan kawasan Grand Kawanua Manado, Kamis, 30 April 2009 menandatangani kesepakatan (Memorandum of Understanding-MoU) pembiayaan senilai Rp 176,9 miliar. Keempat BPD tersebut adalah Bank DKI, Bank Riau, Bank Papua dan Bank Sulut. Bank DKI diwakili Muhamad Irfandy, Bank Papua oleh John Kaviar dan Bank Riau oleh Abdul Aziz selaku direktur masing-masing bank, sementara Bank Sulut langsung diwakili Dirutnya, Xaverius Mapandy. Demikian juga PT Wenang Permai Sentosa diwakili dua direksinya, Widiyanto dan Stanley Handani.Dalam sindikasi berbentuk kredit investasi dengan jangka waktu 60 bulan ini, share Bank Sulut mencapai Rp 30 miliar, sementara bertindak sebagai lead aranger sindikasi adalah Bank DKI, sedangkan Bank Sulut menjadi agen fasilitas. Kawasan Grand Kawanua yang akan dibangun terdiri dari convention hall dan hotel dengan areal seluas 10 ha.
Adanya sindikasi ini, tutur Direktur Utama PT Bank Sulut Xaverius Mapandy, mengindikasikan bahwa iklim investasi di Sulawesi Utara sangat menjanjikan, sehingga bank-bank besar sekelas Bank DKI, Bank Riau dan Bank Papua yang asset dan modalnya tidak kalah dengan bank swasta papan atas; tertarik berinvestasi di sini. “Jika Bank Sulut diajak berpartner dalam sindikasi ini, itu juga berarti Bank Sulut adalah bank yang sehat, dipercaya dan terus berkembang, bukan seperti isu negatif yang sengaja digalang segelintir orang akhir-akhir ini,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurut Mapandy, setelah melalui feasibility study yang dilakukan tim sindikasi, prospek usaha ini baik karena ketersediaan pemukiman private dan estate untuk kalangan masyarakat atas masih jauh dari mencukupi, sehingga peluangnya terbuka luas. Demikian pula untuk convention hall menyusul dijadikannya Manado dan Sulawesi Utara sebagai salah satu tujuan wisata MICE (Meeting, Invitation, Convention, Exhibition). “ Di KTI, Sulut jadi primadona untuk sektor ini,” tambahnya.
Dari segi bisnis, sindikasi pembiayaan ini tak hanya menguntungkan, namun juga aman serta pinjaman yang diberikan diyakini dapat dikembalikan tepat pada waktunya. Dia kemudian memaparkan capaian bank ini sampai dengan triwulan pertama 2009. Bank kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo yang beberapa waktu lalu dipercayakan Kementrian Perumahan Rakyat dan Asosiasi Bank Daerah (Asbanda) menjadi pilot project pelaksanaan KPR BPD ini sampai triwulan pertama 2009 mencatat pertumbuhan asset 42,68 %. Kalau pada triwulan pertama 2008 asset bank ini yang baru Rp 2,21 triliun, maka pada triwulan pertama 2009 telah bertambah menjadi Rp 3,2 triliun.
Melambungnya asset bank yang sudah mengoperasikan unit money changer guna mendukung pelaksanaan World Ocean Conference (WOC) ini, ikut dipicu ekspansi ke beberapa daerah pemekaran seperti Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Sitaro dan menyusul ke Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan Bolaang Mongondow Timur.
Untuk menunjang pengembangan dan pertumbuhan daerah-daerah pemekaran baru tersebut, Bank Sulut akan membangun kantor baru dan meningkatkan status kantor yang sudah ada. “ Semua ini untuk mensupport pemerintah daerah dan langkah kami agar lebih dekat dalam melayani masyarakat,” katanya lagi.
Selain assset, prestasi lain bank ini adalah mampu meningkatkan penyaluran kreditnya dari Rp 1,17 triliun pada triwulan pertama 2008 menjadi Rp 1,72 triliun di periode yang sama di tahun 2009. Artinya, dalam periode ini kredit yang disalurkan 47 %. Demikian pula Dana Pihak Ketiga (DPK) yang bertumbuh 45,60 %.
Menurut Mapandy kondisi ekonomi dunia yang tengah dilanda krisis membuat Bank Sulut melakukan efisiensi di segala bidang serta mencari inovasi dan meningkatkan mutu pelayanan kepada nasabah. Salah satunya adalah kas mobil yang dilengkapi ATM dan direncanakan dioperasikan saat pelaksanaan WOC0105-bank-sulut_penandatanganan-sindikasi

SDM Bermutu
Guna menopang semua rencana dan terobosan yang dilakukan itu, Bank Sulut terus menempa sumber daya manusia (SDM), baik melalui pendidikan dan latihan maupun pengembangan karir serta penyusunan jenjang kepangkatan berdasarkan prinsip kesejahteraan dan keadilan.
Dikatakannya, sesuai visi Bank Sulut, setiap karyawan bank ini harus mampu bersikap profesional dalam artian setiap pekerjaan dan perilaku, selalu berorientasi pada hasil. Selain itu, organisasi wajib mengalami pertumbuhan dan selalu berubah ke arah yang lebih baik mengikuti dinamika perusahaan.
Yang tidak kalah pentingnya adalah organisasi yang sehat selalu dikendalikan oleh orang-orang berdisiplin tinggi yang patuh pada aturan, dan tidak akan terpengaruh oleh godaan apapun. “ Budaya itu yang terus kita kembangkan di Bank Sulut, sehingga SDM di bank ini bermaterikan orang-orang andalan” ujarnya.
Akhir pekan lalu, bank ini baru saja menaikkan pangkat 193 pegawainya dari berbagai tingkatan. Hal tersebut selain memberikan kesempatan bagi pegawainya untuk mengembangkan karir, juga mengisi jabatan sesuai kebutuhan. “ Di Bank Sulut, jabatannya bukan urut kacang, tapi disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan. Makanya, setiap pegawai harus dites kompetensi sesuai posisi yang tersedia, bila tak siap akan tereliminasi dengan sendirinya,” tambah Mapandy.
Hingga triwulan pertama tahun ini, CAR Bank Sulut tercatat 15,53 % atau bertumbuh 2,38 %, sementara rentabilitasnya tergambar melalui capaian ROA (Return on Asset) 3,27 % (naik 1,46 %), ROE (return on equity) 30,47 % (naik 7,26 %), NIM (Nett Interest Margin) 7,67 % atau bertumbuht 2,87 % dan BOPO (perbandingan biaya dan pendapatan) 81,72 %, sementara likuiditasnya melalui LDR (Loan to Deposit Ratio) mencapai 64,74 %.
Seusai penandatanganan sindikasi tersebut, di lokasi yang sama, PT Bank Sulut juga menggelar pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dipimpin Komisaris Utama Robby Mamuaja. Rapat sepakat melanjutkan RUPS tersebut seusai pelaksanaan WOC. (*Decky/WL)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s