GANJIL GENAP UNTUK RODA EMPAT ATAU LEBIH BERLAKU 8-18 MEI 2009

Jalur Ganjil-Genap Hanya Untuk Roda 4

kapolda-sulutMANADO – Polda Sulut memastikan aturan ganjil-genap yang akan diterapkan pada 8 hingga 18 Mei depan terkait pelaksanaan World Ocean Conference (WOC), diperuntukkan bagi kendaraan beroda empat atau lebih, kecuali yang bertandah khusus. […]

Menurut Dir Lantas Polda Sulut, Kombes Pol Drs Istiono, Senin (4/5) kemarin, pihaknya mengambil langkah tertentu bagi kendaraan roda 4 atau lebih dalam penerapan nomor ganjil dan genap, dengan maksud pengamanan. “Untuk kelancaran pengawasan, pihak kepolisian akan memberikan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) warna hitam atau kuning khusus,” kata Istiono.

Sementara menurut Kasubit Gakum, AKBP Gunawan SIK, mengenai jalan protokol yang dimaksud adalah ruas yang bakal sering digunakan dalam kegiatan tersebut, seperti jalan ke arah Bandara Sam Ratulangi, Jalan AA Maramis, Jalan di kawasan Paal II, Jalan Yos Sudarso, Jalan Martadinata, area Tugu Zero Point hingga Jalan Piere Tendean- Boulevard Manado.

“Kendaraan yang tidak termasuk dalam pembatasan pengoperasian, masing-masing kendaraan panitia dan delegasi, kendaraan dinas pemerintah, sepeda motor, ambulance, mobil jenazah, mobil pemadam kebakaran serta kendaraan tertentu yang ditentukan pemerintah,” ujar Gunawan.

Pemberlakuan ini akan dimulai pada 8-18 Mei 2009 dan diatur lewat Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 11 Tahun 2009 tentang Pembatasan Pengoperasian Kendaraan Bermotor Di Kota Manado Selama Berlangsungnya Penyelenggaraan Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference) dan Konferensi Tingkat Tinggi Inisiatif Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle Initiative Summit) tahun 2009 di Manado Provinsi Sulawesi Utara.

Terkait itu, aparat kepolisian semakin memantapkan kesiapannya menjaga kemananan daerah sepanjang WOC/CTI Summit. Kapolda Sulut, Brigjen Pol Drs Bekto Suprapto Msi  bahkan member jaminan bahwa Polda sudah sangat siap mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bakal terjadi.

Apalagi even internasional bertema lingkungan laut ini akan diikuti sejumlah kepala Negara. Sehingga tak heran, ada kewajiban protokoler yang dilakukan negara peserta, seperti mengirim tim advance untuk memantau negara, daerah atau kawasan yang akan didatangi pimpinannya. Kemarin, Kedubes Australia serta Konjen Filipina baru saja berkunjung menanyakan kondisi dan situasi keamanan berkaitan dengan kedatangan Presiden Filipina Gloria Macapagal Aroyo serta  Menteri Lingkungan Hidup Australia. ”Mengenai kedatangan kedubes tersebut apakah disebut sebagai Intelejen, tentu tidak. Konjen datang ke saya itu wajar,” ujar Bekto. (009/010)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s