TKB AGAR STERIIL BAGI PKL… PEMERINTAH SEBAIKNYA KONSEKUEN BILA INGIN LIHAT MANADO INDAH PADA PENCANANGAN MANADO KOTA PARIWISATA DUNIA (MKPD) 2010

TKB Tetap Terlarang untuk PKL

MANADO – Kalangan pemilik toko di Taman Kesatuan Bangsa (TKP) keberatan jika pedagang kakilima (PKL) diizinkan berjualan di kawasan tersebut. Kehadiran PKL dianggap hanya akan menimbulkan kemacetan, kesemerawutan, kekumuhan, dan kriminalitas sebagaimana terjadi di era sebelum Wali Kota Jimmy Rimba Rogi.

Demikian kalangan pemilik toko di kawasan TKB yang diwawancarai Cahya Siang secara terpisah tadi siang. Para pedagang menilai, sekali PKL hadir di TKB, maka keberadaannya sulit dikendalikan. […]

“Sebab, so pasti satu orang akan memanggil rekannya, sehingga jumlah mereka terus bertambah, dan menimbulkan banyak masalah jika akan ditata apalagi dikeluarkan dari TKB. Janganlah apa yang so dibeking bagus oleh Pak Jimmy Rimba Rogi, jadi talimburang lagi,” kata seorang pedagang senior di TKB yang enggan menyebut jaditinya.

Kaitannya itu, Pelaksana Tuga s(Plt) Sekretaris Kota Manado, Harold Manoreh, SH, menegaskan, pihaknya tetap melarang kehadiran PKL di TKB. “Tidak ada sejengkal pun tempat untuk PKL di TKB. Nantinya, TKB akan menjadi pusat wisata kuliner selain sebagai pentas seni. Kami akan membangun tenda-tenda khusus. Yang jelas, yang berjualan di sini cuma pedagang profesional,” tegasnya.

Kehadiran para pedagang yang disebut ‘profesional’ tersebut, antara lain, untuk mendukung World Ocean Confrence (WOC) dan Coral Triangle Initiative (CTI) Summit di Kota Manado, 11-15 Mei mendatang.

Para pedagang akan didanai salah satu lembaga perbankan. Mereka  beroperasi antara pukul 06.00- 18.00 Wita.“Kehadiran mereka diharapkan akan menjadikan TKB sebagai objek wisata kuliner dan cendera mata,” lanjut Manoreh sambil mengakui bahwa tak tertutup kemungkinan kehadiran pedagang itu bakal memancing PKL.

Namun, lanjut Manoreh,  masyarakat tak perlu khawatir. Pasalnya, pengawasan di kawasan tersebut akan langsung ditangani pihak Setda Pemkot Manado. “Pedagang-pedagang ini juga akan kami seleksi, yang juga melibatkan pihak bank dalam pemberian kredit. Dengan demikian, kami berharap TKB akan terasa hidup. Sebab usai jam kerja, lokasi ini seperti mati,” tegasnya.

Pembongkaran Kios Malalayang

Sementara itu, pembongkaran kios-kios penjual pisang goreng di Objek Wisata Pantai Malalayang diwarnai insiden perang mulut dan adu fisik antara penjual dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Manado.

Untunglah pihak kepolisian langsung turun melakukan mengamankan. Para pemilik kios menyesalkan tindakan satpol PP yang dinilai terlalu arogan. Menurut seorang pemilik kios, mereka sebenarnya sudah mulai melakukan pembongkaran sendiri ketika mendapat pemberitahuan dari pihak Pemkot Manado. “Kami sebenarnya sudah membongkar sendiri kios-kios ini, karena sudah menjadi kesepakatan bersama. Tapi waktu satpol PP datang, mereka langsung membongkar paksa kios-kios kami. Ketika kami tegur, kami yang malah dikeroyok,” kecam Yance, seorang pemilik kios.

Kesal dengan pembongkaran tersebut, para pemilik kios mendatangi Kantor Lurah Malalayang II. Mereka kemudian melakukan aksi pelemparan batu sehingga merusak papan nama kelurahan. Aksi yang berhasil dipadamkan aparat kepolisian tersebut juga sempat diwarnai penurunan bendera oleh para pedagang yang marah. (TK/008)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s