DARI PENANDATANGAN MOU TIGA PROPINSI (SULUT, GORONTALO, SULTENG) TTG PENGELOLAAN TELUK TOMINI

Sulut Berhak dari Hasil Laut Tomini 2,3 M USD

MANADO – Sulawesi Utara (Sulut) ikut mengelola sekaligus memanfaatkan hasil laut dari Teluk Tomini, antara lain ikan tuna. Total hasil laut dari Jantung Segitiga Koral (Heart of Coral Triangle) ini mencapai  2,3 miliar dolar AS per tahun. Hasil tersebut bakal dibagi merata dengan dua provinsi lain yang turut membawahi wilayah Teluk Tomini, yakni Gorontalo dan Sulawesi Tengah (Sulteng). […]

Tingginya potensi potensi pesisir dan tangkapan laut terutama ikan tuna di Teluk Tomini tersebut, tak lain karena banyaknya koral. Karena itu,  Pemerintah Indonesia cq Departemen Perikanan dan Kelautan (DKP) Pusat di ajang World Ocean Confrence(WOC) dan Coral Triangle Initiative (CTI) Summit di Grand Kawanua, Kayuwatu, Kota Manado, Rabu (13/5), sepakat menobatkan Teluk Tomini sebagai Heart of Coral Triangle Dunia. Penandatangan kesepakatan dilakukan di hadapan Menteri Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar, Menteri Perikanan dan Kelautan Freddy Numberi, Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, Menteri Negara Pemberdayaan Daerah Tertinggal Lukman Edy, dan Perwakilan dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata.

Penetapan tersebut merupakan salah satu kesepakatan untuk pengelolaan bersama kawasan tersebut oleh tiga provinsi. Kesepakatan pengelolaan bersama sekaligus pemanfatan hasil kawasan tersebut tertuang lewat penandatangan memorandum of understanding (MOU) oleh Gubernur Sulut SH Sarundajang, Gubernur Sulawesi Tengah Paliudju, dan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad .

Menurut Fadel Muhammad, Teluk Tomini sebagai kawasan bersama tiga provinsi membutuhkan dana pengelolaan yang sangat tidak sedikit. “Sangat besar dan sangat membutuhkan talangan dana besar dari pemerintah pusat,” kata Fadel kepada wartawan, usai penandatangan MOU tersebut di Paris Room, Grand Kawanua. “Teluk Tomini memiliki aneka biota laut yang belum ada di negara manapun kecuali Indonesia, dan wilayahnya sangat strategis di kelilingi oleh 3 provinsi dan 15 kabupaten kota dan merupakan perbatasan perairan dari 15 kabupaten kota,” imbuh Fadel

“Penandatanganan nota kesepakatan ini  merupakan tindak lanjut dari rencana pengelolaan Teluk Tomini secara terpadu dan berkelanjutan, saya mewakili pemerintah pusat mendukung sepenuhnya, dan siap memfasilitasi terlaksananya pengelolaan teluk tomini dengan pengendalian, pengawasan, monitoring, evaluasi, insentif, hukum yang relevan,”  tegas Rahmat Witoelar.

Sedangkan kalangan pelaku pariwisata nasional menilai, mou tersebut harus disertai perhatian yang sangat serius dari pemerintah tiga provinsi tersebut. “Tentunya atas supervisi pemerintah pusat, karena hasil dari kawasan ini sangat bermanfaat untuk pendapatn asli daerah masing-masng provinsi. Termasuk di sector pariwisata, di mana kekayaan koral di Teluk Tomini sudah lama menjadi perhatian semua pelaku industry pariwisata untuk dijual kepada wisatawan asing,”  ujar Adolf MS, Ketua DPP Asosiasi Industri Travel (Asita) kepada Cahya Siang di

Menurut Adolf, Teluk Tomini menyimpan kekayaan koral yang tiada tara. Pemegang lisensi Scuba International Diving ini mengakui, keindahan koral di teluk tersebut serta kekayaan hayatinya sulit dibandingkan dengan negara-negara lain.  “Yang pasti, perhatian pemerintah kita tentunya harus sangat serius. Selama ini, banyak kekayaan alam di Teluk Tomini yang dibiarkan begitu saja, mungkin karena letaknya yang begitu terpencil,” lanjut liason officer Everest Expedition  Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ketika penaklukan Mount Everest pada 1998.

Ditambahkan, masalah utama koral di Tomini tak lain akibat masih kerapnya terjadi penyelaman mutiara secara ilegal. Penyelaman tersebut melibatkan  banyak warga setempat. “Sebelumnya, tidak sedikit perusahaan Jepang skala kecil yang beroperasi di Teluk Tomini. Puncaknya terjadi hingga awal dekade 1980-an,” kata Adolf.

Teluk Tomini merupakan wilayah strategis yang dikelilingi tiga provinsi, 15 belas kabupaten dan kota, yang berbatasan langsung dengan perairan lima kabupaten lain. Terpilihnya Teluk Tomini sebagai Jantung Segitiga Koral Dunia karena teluk tersebut mencakup wilayah zona ekonomi ekslusif (ZEE) enam negara anggota CTI, yakni Indonesia, Timor Leste, Filipina, Malaysia, Papua Nugini, dan Kepulauan Salomo.

Banyaknya koral di Teluk Tomini menjadikan kawasan tersebut kaya akan  hayati yang  menopang kehidupan lebih dari 120 juta manusia, serta memberikan manfaat bagi umat manusia di dunia. Kawaan ini memiliki nilai ekonomis ekosistim pesisir yang diperkirakan sebesar 2,3 miliar dolar AS per tahun. Karena itu Teluk Tomini  menjadi lokasi pengembangbiakkan tuna yang menopang industri perikanan tuna terbesar di dunia.

Adapun nota kepahaman pengelolaan bersama Teluk Tomini ini bertajuk Rencana Strategis (Renstra) Pengelolaan Teluk Secara Terpadu dan Berkelanjutan lewat pengembangan delapan strategi. Teluk itu sendiri merupakan perairan laut semi tertutup. Karakteristiknya sebagai wilayah laut semi tertutup, ditunjukkan lewat satu pintu masuk yang sempit, menghubungkan perairan Teluk Tomini dengan sebelah timur Samudera Pasifik. (TK/008/001)

Delapan Strategi Pengelolaan Teluk Tomini (antara lain)

1.Pelaksanaan (implement) instrument-instrumen pengendalian pengelolaan Teluk Tomini (pengawasan, monitoring dan valuasi, insentif dan diinsentif serta penegakkan hukum) yang relevan.

2.Perlindungan  (Protect) potensi sumberdaya alam dan lingkungan, kehidupan ekenomi kerakyatan serta social budaya masyarakat berbasis kearifan lokal dalam pengelolaan  Teluk Tomini.

3. Mitigasi (Mitigate) terhadap dampak yang akan timbul dari berbagai aktivitas manusia dan bencana alam, mulai dari hulu sampai hilir kawasan Teluk Tomini yang berpotensi merusak dan mencemari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s