BADAN MERPATI TERBELAH, SETELAH TABRAK JEMBATAN

BADAN MERPATI TERBELAH DUA (Kiriman: KOMENTAR)

Friko Poli, Pemred Harian Komentar

Kecelakaan pesawat kembali terjadi lagi. Kali ini menimpa pesawat Merpati jenis Boeing 737-300 PK MDE yang melayani rute Manokwari, Papua Barat, Selasa (13/04) kemarin. Pesawat berpenumpang 103 orang itu dilaporkan tergelincir ke sungai sehingga badan pesawat terbelah dua. […..]

Dalam insiden ini, 85 korban luka-luka, namun seluruh penumpang yang berjumlah 103 selamat. Pesawat yang terbang dari Jakarta-Yogyakarta-Makassar-Sorong-Manokwari itu mengalami kecelakaan saat mendarat di Bandara Rendani, Manokwari, Selasa pukul 11.00 WIT. Patut disyukuri dalam kecelakaan ini, meski terperosok ke dalam sungai, badan pesawat tidak terbakar.

Direktur Merpati Nikko mengatakan, kecelakaan itu disebabkan karena cuaca buruk. Saat mendarat, landasan di bandara licin karena hujan. Pesawat mengalami overrun hingga keluar dari runway Bandara Rendani dan kemudian tergelincir sejauh 250 meter. Penumpang yang mengalami luka-luka langsung dilarikan ke rumah sakit.

Salah satu penumpang yang berhasil dievakuasi

Informasi lain menyebutkan, pesawat juga sempat menabrak jembatan. “Pesawat tergelincir dan sempat menabrak jembatan,” kata Dandim 1703 Manokwari Letkol Leo Rajindra. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) langsung mengirim tim ke Manokwari, Papua Barat untuk menyelidiki insiden tergilirnya pesawat Merpati. Tim ini rencananya berangkat tadi malam.

“Kita baru mengirimkan tim nanti malam ke sana,” ujar Ketua KNKT, Tatang Kurniadi, kemarin. Tim yang akan melakukan investigative inside ini adalah Prita Wijaya, Joseph Tumenggung, Kapten Hairuddin, serta dua anggota KNKT yang baru Hendri dan Albert. Tim diperkirakan akan tiba di lokasi pagi ini. Kelima orang ini direncanakan menginap di Biak.

Tatang menjelaskan bahwa tim akan langsung mengumpulkan bahan. Biasanya, pada medan yang berat seperti di Papua, KNKT bekerja selama sebulan. “Sebulan itu sudah ada factual report-nya,” sebut Tatang. Kemudian, 10 bulan setelah peristiwa, KNKT harus merumuskan draft final. Draft ini akan dikomentari oleh unsur-unsur terkait, termasuk pihak-pihak luar negeri. Dua bulan setelah dikomentari, barulah final report atau penyebab pasti kecelakaan itu dikeluarkan. “Di situ baru dikeluarkan penyebab kejadian. Jadi tidak bisa langsung mengetahui penyebab,” jelas Tatang. (dtc/zal)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s