CATATAN untuk Anak-Cucu dari PILPRES 2014

CATATAN untuk Anak-Cucu dari PILPRES 2014

Dalam beberapa kali diskusi, pertemuan dan beberapa forum resmi tentang Ke-MINAHASA-an yang pernah saya ikuti, baik di Manado/Minahasa juga di Jakarta, yang membahas tentang peran “TOU MINAHASA” dulu kini dan kedepan, banyak terungkap tentang “kesalahan” kelompok Pejuang Perjuangan (sering dianalogikan sebagai Pemberontakan) Semesta (PERMESTA) sehingga “TOU MINAHASA” sulit mendapatkan kepercayaan di tingkatan pusat. [….]

Bahkan, jeleknya, salah satu “rekomendasi” yang berjalan dari mulut ke mulut dan dari generasi-ke generasi, bahwa “TOU MINAHASA” harus upayakan satu metode untuk bisa menghapus sejarah (PERMESTA) agar generasi kita berikutnya bisa peroleh kepercayaan dari pusat sebagai salah satu pengabil keputusan untuk sebuah tugas pembangunan bangsa dan negara. Bahwa kita harus mulai dari titik nol.

“Rekomendasi” ini begitu mempengaruhi rasa keingin-tahuan saya. Dalam alam pemikiran saya, apa benar hanya karena PERMESTA “TOU MINAHASA” tidak lagi dipercaya untuk memegang satu jabatan di pemerintahan untuk ikut membangun bangsa yang sama kita cintai. Dari pencarian saya, saya temukan (diantaranya) nama Theo L. Sambuaga. Bung Theo –begitu ia akrab disapa—di tengah kegamangan “TOU MINAHASA” yang katanya tak bakal peroleh kepercayaan di pusat akibat peristiwa PERMESTA, koq bisa jadi (http://id.wikipedia.org/wiki/Theo_L._Sambuaga). Berikutnya EE Mangindaan (http://id.wikipedia.org/wiki/E.E._Mangindaan).

Berdasar temuan ini, selanjutnya, saya terus mencari jawabant pasti atas hipotesis saya bahwa PERMESTA bukan penyebab kegagalan “TOU MINAHASA” peroleh kepercayaan Bangsa ini untuk sebuah tanggungjawab. Alasan pertama, PAPUA terus mengibarkan ‘Bintang Kejora’ tapi hampir setiap periode kepemimpinan nasional, mereka selalu saja mendapat kepercayaan untuk satu jabatan (menteri). Maluku dengan RMS-nya, mereka sangat berjaya di masa Orde Baru. Aceh dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM); http://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_Aceh_Merdeka, pun malah peroleh perhatian khusus Pemerintah Pusat.

Bahwa, kalau memang PERMESTA penyebabnya, berarti (pukul rata) semua “TOU MINAHASA” akan “dicekal” untuk bisa sampai ke “puncak”. Namun, kiapa Bung Theo dan terakhir EE Mangindaan bisa? Alasan yang saya peroleh dari pencarian dan penelitian singkat, bahwa Mereka punya kapasitas, SDM-nya mumpuni, dan tentu karena mereka sangat “menguasai” bagaimana cara paling jempolan “main” politik.

Untuk inilah, saya akhirnya memperoleh kesimpulan sementara. Penyebabnya (diantaranya) adalah “TOU MINAHASA” memang sedikit punya kapasitas. Selain itu, masalah SDM, dan untuk yang satu ini (bidang politik) kita pun saya nilai belum mapan. Alasan lainnya, “budaya” bakucungkel. Nemboleh lia orang talebeh sadiki, langsung “cungkel”. Untuk yang terakhir ini, saya rasanya tidak perlu memberikan contoh, karena torang boleh lia sandiri jo. Sampe skarang masih sangat dapa lia. Sebagai contoh (yang paling rame), ada putera terbaik yang lahir dari perut Wewene Minahasa asli (bukan keterunan) mau buktikan sei re’en TOU MINAHASA, malah mau dijegal supaya ndak jadi, dengan berbagai alasan yang masih diragukan kebenarannya.

Gambar

Untuk itu, menghadapi PILPRES saat ini, mari kita BA PIKIR BAE2 sebelum menetukan PILIHAN. Karena pilihan kita bukan hanya untuk lima tahun kedepan. Ini sampei anak-cucu turun-temurun kita. Jadi, mari kita buat gores catatan yang baik, yang bisa di baca dan diterima turun-temurun kita dengan “kesan” baik_lah. Alasannya, tentu kita khawatir, anak cucu turun-temurun kita, bisa saja salahkan kita karena salah menentukan pilihan di PILPRES 2014 ini, seperti generasi kita yang sering menyalahkan PERMESTA sehingga torang kurang diberi kepercayaan di PUSAT, padahal torang sandiri tu kurang CERDAS memilih…. Selamat membuat catatan, TUHAN memberkati. @wilsonlumi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s