DR Ronny Sompie, SH., MH.: SEJATINYA POLRI

“Semua penugasan yang saya lakukan itu memiliki arti penting bagi perjalanan karir dan pengabdian saya. Dan, saya meyakini semua ini berasal dari Tuhan sehingga seberat apapun tugas saya, Tuhan senantiasa menyertai saya.” 

Ronny Franki Sompie,S.H.,M.H

DALAM suatu kesempatan memberi wejangan pada acara Rapat Kerja Terbatas (Rakertas) Kerukunan Keluarga Kawanua Pusat(K3P), di Gedung Baan SAR Nasional (Basanarnas) Jakarta, Pak Jendral –begitu ia akrab di sapa di lingkungan komunitas keluarga kawanua—mengungkapkan bahwa (dalam bidang apapun) kita harus fokus, harus setia dengan tugas, dengan pekerjaan, dengan apapun yang kita punyai sekarang.[…..]

Ia pun memberi contoh dengan dirinya. Bahwa kerinduannya pada pangilan tanah leluhur, Ia sangup menyempatkan diri untuk berbagi dengan sesama warga kawanua dalam berbagai kesempatan, yang resmi maupun kegiatan sekedar “kongko-kongko” nan positif tentunya.

“Saya senang dan berterima kasih diberi ruang dan waktu untuk bisa setiap saat bersama-sama dengan torang-torang Tou Kawanua. Saya berharap, motivasi ini bisa menjadi bagian torang (kita, red) semua dalam membangun tanah moyang kita. Saya sendiri, siap di manapun dan kapanpun bilamana diminta ataupun tidak, akan selalu memberi perhtian bagi warga Tou Kawanua. Kecuali, hanya satu, ketika dalam waktu bersamaan saya mendapat perintah dari kepolisian untuk suatu tugas penting. Untuk itu, saya minta maaf kalau harus meninggalkan ngoni-ngoni (kalian semua, red) untuk sementara. Karena saya, sejatinya Polri yang mengemban tugas negara detik per detik,” kata Sompie, yang ketika acara itu berlangsung Ia baru saja beberapa waktu dilantik sebagai Kepala Devisi Humas Mabes Polri.

Dan berita terkini, bahwa serah terima jabatan Kapolda Bali dari IRJENPOL Drs. A.J. Benny Mokalu,S.H. kepada IRJEN POL Drs. Ronny Franki Sompie,S.H.,M.H.  telah berlangsung pada tanggal 17 Maret 2015 di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Ronny F. Sompie, S.H., M.H. sendiri yang cukup dikenal oleh masyarakat seluruh Indeonesia dalam kiprahnya selaku Kadiv Humas Polri, dihargai karena sejatinya di Kepolisian Republik Indonesia.

Irjen. Pol. Drs. Ronny Franky Sompie, S.H., M.H. (lahir di Manado, Sulawesi Utara, 17 September 1961; umur 53 tahun) adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 6 Maret 2015 mengemban amanat sebagai Kapolda Bali pengganti Irjen. Pol. Albertus Julius Benny Mokalu. Sebelumnya dia menjawab Kadiv Humas Polri, jabatan yang kemudian digantikan oleh Brigjen Anton Carliyan.

Ronny Franky Sompie, SH, MH, putra Desa Sukur, Kabupaten Minahasa Utara ini selalu terlihat rapih dalam kesehariannya. Maklum tugas dan jabatannya selalu menuntut dia berpenampilan seperti itu.

Akhir-akhir ini, telepon genggam pria lulusan AKPOL 1984 ini tak pernah sepi dari deringan panggilan dari sejumlah wartawan, pimpinan dan rekan kerjanya berkaitan dengan tugas-tugasnya sebagai Public Relation Mabes Polri. Namun kini sudah sedikit berbeda, meski tidak juga jauh bedanya.

“Saya berusaha menjaga hubungan kerja yang baik dengan siapapun, termasuk wartawan yang menjadi mitra penting Polri. Jadi di manapun, kapanpun, dan dalam jabatan apapun saya tidak berubah. Telepon Anda pasti saya angkat,”ujar Putra buah kasih dari Gimon Maxmilian Sompie dan Juliana Dungus ini kepada Majalah CEO.

Masa kecil Ronny dilaluinya di Surabaya dan Balikpapan hingga kelas 1 SD, lalu kemudian pulang ke kampung orangtuanya di Manado yang bertugas sebagai prajurit TNI AL. Suami dari Dyah Iswarni dan ayah dari tiga putri, Devi Paramitha Rondyta, Grace Veronica, dan Merry Apsari ini merasa bangga dengan kedua orangtuanya yang menanamkan nilai-nilai kehidupan yang sungguh berharga.

Kedua orang tuanya selalu mengingatkan dirinya akan pentingnya integritas, kejujuran, memegang teguh kebenaran, dan menjaga nama baik. Tidak heran, sebagai anak sulung dari empat bersaudara, Ronny mengemban tanggung jawab untuk menjadi panutan, teladan bagi adik-adiknya.

Melamar sebagai taruna Akademi Kepolisian (AKPOL) bagi Ronny yang menamatkan studi pendidikan menengah atas di SMPP Negeri 29 (1980), akhirnya menjadi pilihan untuk mengenyam pendidikan akademi secara gratis alias mendapat beasiswa sehingga tidak menyusahkan kedua orangtuanya. Dengan perjuangan keras, Ronny kemudian menyelesaikan pendidikan di AKPOL pada tahun 1984. Tahun kelulusan ini dikenal dengan alumni Jagratara.

Karir pria yang mahir berbahasa Inggris dan bahasa ibu, Tonsea ini dimulai sebagai perwira staf di PTIK Jakarta (1984-1988). Tahun berikutnya (1988-1989) dipercayakan menjadi Kanit Crime Squad Polwiltabes Surabaya. Itulah awal karir kepolisian Ronny di Jawa Timur, tahun 1990-1991 Kapolsek Pabean Cantikan Surabaya dan selanjutnya berkarir di AKPOL selama empat tahun (1991-1994).

Seusai berkarir di AKPOL, pria penyandang SI dan magister di bidang hukum ini, mengukir prestasi karir di ibukota Jakarta (1984-1998) dan Jawa Barat berturut-turut sebagai Kanit Vice Control Ditreskrim Polda Metro Jaya, Kasat Reserse Polres Metro Jakarta Barat, dan Wakapolres Metro Jakarta Pusat serta Kasatreskrim Polwiltabes Bandung (1998-1999).

Karir kepolisiannya semakin cemerlang dalam penugasan di Jawa Timur sebagai Kasat Tindak Pidana Tertentu Polda Jatim dan Kasat Tindak Pidana Umum Polda Jatim (2000-2002), selanjutnya sebagai Kapolres Gresik (2002-2003), Sidoarjo (2003-2005), dan Dirserse Narkoba Polda Jatim (2005).

Pada akhir tahun 2005 Ronny yang sempat melakukan penugasan ke sejumlah negara,dipercayakan menjadi Kabag Kerjasama Luar. Bersama istri dan anak Negeri SDM Polri (2005-2006), Dir. Reskrim Polda Sumut (2006-2008), Kepala  Perpustakaan PTIK (2008-2009).

Pada tahun 2009-2010 Ronny kembali bertugas di Jawa Timur sebagai Kapolwiltabes Surabaya. Selama tahun 2010 sempat bertugas sebagai Karo Ops. Polda Metro Jaya, Karo Kelembagaan dan Tata Laksana Srena Polri, dan Kepala Biro Pengawasan Penyidikan Bareskrim Polri.

Setelah bertugas di Bareskrim Polri, pria penggemar olah raga renang yang menyelesaikan pendidikan Sespati tahun 2007 ini kemudian  dipercayakan sebagai KepalaDivisi Humas Mabes Polri. “Semua penugasan yang saya lakukan itu memiliki arti penting bagi perjalanan karir dan pengabdian saya. Dan, saya meyakini semua ini berasal dari Tuhan sehingga seberat apapun tugas saya, Tuhan senantiasa menyertai saya,”tuturpria penerima bintang Nararya dan tanda kehormatan Satya Lencana Karya Bakti ini.

Meskipun dirinya belum pernah berkarir di Sulawesi Utara, Ronny memiliki kebanggaan tersendiri terhadap kampung halamannya. Diakuinya, jiwa kepemimpinannya mulai muncul dari pergaulannya sebagai orang muda di Minahasa Utara dan Manado. (Wilson Lumi: wilson.ceomagazine@gmail.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s