TEMPO Enak Dibaca dan Perlu

TEMPO Enak Dibaca dan Perlu

“TEMPO enak dibaca dan perlu”. Mungkin dengan tagline ini, para pengerja Majalah TEMPO, mulai dari bagian redaksi, perusahaan, hingga ujung tombak di lapangan; bagian Sirkulasi, tetap pada keabadian saling merindu. Bagaimana tidak, hasil karyanya saja (Majalah Tempo) sudah Enak (dibaca) dan Perlu, apalagi orangnya. Kekeluarga dan tetap utuh dalam satu kehidupan yang saling melengkapi, saling membutuhkan satu dengan lainnya, menjadi harga mati. […]

Dan itupun yang menyatukan mereka dalam agenda persaudaraan sebagai sesama alumni Majalah TEMPO. Minggu pagi (9/8) sekitar pukul 10-an, di Gedung Dewan Pers jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat seketika berubah menjadi kantor Majalah Tempo akhir 80-an. Ramai, ruangan dipenuhi canda-riang. Di sisi lain, ruang lobby menjadi seperti kantin kantor yang siap melayani setiap saja yang datang. Suasananya seperti di kantor saja, tidak ada penyambut resmi. Yang ada hanyalah, “cipika cipiki”, salam kangen, ngobrol, saling tukar informasi, dan lainya terlihat berpelukan dalam suasana pertemanan.

Tepat pukul 11.00 WIB, seketika ruang berubah menjadi tenang, seperti ketika mau rapat redaksi untuk menentukan apa yang harus dikejar hari ini, untuk disajikan kepada pembaca setia, sehingga “TEMPO enak dibaca dan perlu” bisa terjaga.

Dalam keheningan suasana kekeluargaan yang hangat, Marah Sakti Siregar yang kini lebih aktif menjalankan tanggung jawab sebagai Wakil Ketua PWI Pusat Bidang Pendidikan, menyambut kehadiran para senior juga teman-teman seperjuangan di Majalah TEMPO 20-an tahun lalu. Ohh, ternyata acara itu tidak sekedar temu-kangen saja, tapi ada momentum penting di sana. Halal Bi Halal Alumni Majalah TEMPO.

Acara Halal Bi Halal yang dikemas lebih menjadi ajang curahan hati, telah membuat hampir semua yang hadir hanyut dalam rasa sepenanggungan. Dahlan Iskan yang seolah menjadi tokoh sentral pada pertemuan ini, telah mengawali curhatnya dengan menyebut masalah yang menimpahnya sebagai wahana belajar. “Saya benar-benar belajar sabar, belajar rendah hati, belajar menahan diri, dan belajar banyak lainnya. Meski, sebenarnya jiwa ini ingin melawan dan mengatakan yang benar. Tapi, benar, kita memang harus banyak belajar (yang tadi itu),” kata Dahlan yang menjadi wartawan Majalah TEMPO tahun 1976 ini “curhatnya”.

Dari sederet alumni Majalah TEMPO yang ikut menyampaikan “uneg-uneg”nya, diantaranya, Lukman Setiawan, Harjoko Trisnadi, Martin Aleida, Harun Musawa, Putu Wijaya, Farida Sandjaya , Eddy Herwanto, Masduki Baidlawi, Musthapa Helmi (NU) dan masih banyak lagi, termasuk Gigin Praginanto yang berhasil menaklukan Moshe Dayan, sehingga bisa mewawancarainya secara eksklusif. Terlihat juga Dr. A Dahana mantan Dekan FSUI, Ahli China, dan Kolumnis. Dahana di Majalah TEMPO bertanggungjawab atas Rubrik LN.

Nico Tampi, selaku salah satu penggagas pertemuan ini, menjelaskan, sebenarnya acara ini sudah diagendakan jauh hari sebelumnya, namun karena kesibukan masing-masing jadilah pertemuan baru dilaksanakan hari. Dan, penetapan hari ini memang sangat monumental karena dirangkaikan dengan Halal Bi Halal. “Yah, selain itu kita dapat bernostalgia mengingat masa-masa bahagia dulu,” kata Nico sambil tersenyum.

Seperti gayung bersambut, sejumlah personel TEMPO yang mulai terlihat tidak segesit dulu mengusulkan untuk melanjutkan kegiatan seperti ini. Dan, tanpa berpikir panjang pun sang MC dadakan, Marah Sakti Siregar pun mengumukan bahwa pertemuan ini akan menjadi kalender tetap Alumni Majalah TEMPO setiap tahun dan dilaksanakan setiap tiga minggu sesudah perayaan Idul Fitri. “Tempat juga lain-lainnya akan disampaikan nanti,” kata Marah Sakti. (CS/01)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s