Pelantikan Pengurus ODC Kabupaten Minahasa

HAG: “Kita Satu Keluarga”

Minahasa, CS – Ratusan pengurus Olly Dondokambey Center (ODC) perutusan dari 19 kecamatan dan 218 desa se Kabupaten Minahasa, menyemut di “Rumah Kita”, sebutan untuk sekretariat ODC yang dipinjampakaikan keluarga Hangky A. Gerungan-Meyta Wala untuk keperluan organisasi kaderisasi yang dibentuk sejak tahun 2004 ini. [….]

Menurut HAG –begitu Dewan Pembina ODC ini biasa disapa—bahwa untuk keperluan organisasi manfaatkan rumah ini. “Rumah ini milik kita. Ketika bergabung dengan ODC, kita sudah satu keluarga. Rumah kita di sini. Mari kita jaga bersama. Kalau ada yang kurang, itu kekurangan kita semua. Kalau ada lebih, itu menjadi kelebihan kita semua. Kita satu keluarga,” kata HAG, saat memberikan arahan usai melantik pengurus ODC se kabupaten Minahasa.

Ibara sedang berlayar, tambah Ketua KADIN Sulut ini, kita berada dalam satu kapal dan sedang berlayar menuju cita-cita bersama, kita punya visi misi yang sama. Dalam pelayaran ini, tentu lasimnya sebuah pelayaran kita punya nahkoda. Nahkoda kita Fredy Wowor (Ketua Umum ODC Sulawesi Utara), sementara kita adalah penumpangnya. Sebagai penumpang tentu kita punya aturan dan tujuan yang jelas. Sebab jika dalam satu kapal tidak punya aturan dan tujuan yang jelas, nanti kapalnya bisa karam. “Nah, untuk itu, mari sebagai sesama penumpang, kita saling mengingatkan agar tetap berada pada rel yang sudah disepakati, sudah ditentukan. Jika ada yang melenceng, suka berbuat di luar frame, berarti ini penumpang gelap,” tegas HAG yang juga didaulat Ketua Tim Pemenangan ODC untuk Olly Dondokambey-Steven Kandouw (OD-SK).

Sehubungan dengan penumpang gelap tadi, tambah HAG, bahwa kalau anda menemukan dalam pelayaran ini ada penumpang gelap, jangan anarkis atau main hakim sendiri. Aturannya jelas. Laporkan keberadaan penumpang gelap ini kepada nahkoda. Biarlah nahkoda yang memutuskan, apakah penumpang gelap ini segera diturunkan atau dihakimi sesuai aturan yang berlaku.

“Jadi, tugas kita simple. Tugas ketua kabupaten kota yang baru dilantik, hanya melihat meneliti anggota dalam kapal. Jangan mengambil tindakan sendiri. Tujuan kapal ini bagus, membawa penumpangnya sejahtera. Kesejahteraan semua. Jangan tercoreng oleh hal-hal yang sebenarnya tidak perlu. Kita berlayar pasti lewati gelombang-gelombang tinggi. Tapi jika kita bersatu, pasti akan sampai ke tujuan,” jelas HAG seraya menambahkan “Jikta kita bekerja baik, hasilnya Minahasa pasti bisa diatas 80 %. Mari bekerja. Hasilnya sudah jelas. Dari pada berbuat tapi hasil akhir belum jelas, mari jo saling padu kawal yang sudah jelas.”

Pada bagian lain, HAG berharap, ODC tidak hanya berakhir sampai pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, 9 Desember 2015. Ini dibangun jauh-jauh sebelum pelaksanaan Pilkada di Sulut, jadi sudah selayaknya organisasi ini berjalan terus sampai selamanya.

Kesejahteraan Bersama

Sementara itu, Ketua ODC Sulawesi Utara, Frangki Wowor, menyentil soal kesetiaan dalam pengabdian. “Ini organisasi didirikan berlandaskan kesetiaan dan pengabdian dalam mencapai kesejahteraan bersama. Jadi goals nya jelas, untuk kesejahteraan semua. ODC didirikan tahun 2014. ODC merupakan peleburan dari dua organisasi terdahulu, masing-masing Kelompok Buruh, Tani, dan Nelayan (KBTN) Sulawesi Utara yang menjadi konsentrasi pelayanan Olly Dondokambey dan Koperasi Mega Gotong-royong (Komegoro),” jelas Wowor.

Sedikit bernostalgia, Wowor mengungkap awal lahirnya ODC. “Saya sebelumnya kader partai. Tapi, setelah tidak bisa aktif lagi, saya berkonsultasi dengan Pak Olly (Olly Dondokambey, red) untuk mewujudkan keinginan saya melanjutkan pengabdian ke organisasi masyarakat, yang tentu tidak lagi menguras banyak tenaga dan waktu seperti ketika masih di partai,” cerita Wowor.

Akhirnya, lanjut Wowor, Tahun 2001 dibentuklah Kelompok Buruh, Tani, dan Nelayan. Menyusul kemudian Koperasi Mega Gorong Royong (Komegoro). Karena ini bukan organisasinya partai, dengan begitu pengurusnya pun bukan harus anggota PDIP. Karena memang tujuan pendiriannya merangkul semuan unsur. “Lintas warna,” tegasnya.

Jadi semakin jelas, ODC tidak berpihak pada satu golongan, tidak memihak warna, juga suku dan agama tertentu. Olehnya, di ODC tidak menggunakan simbol-simbol partai (PDIP, red). “Seragamnya pun kita tidak merujuk pada warna tertentu. Contohnya, Minahasa merah-hitam, Bolmong Hijau, Sangihe kuning-orange. Ini karena di dalam ODC system perekrutan anggota, terbuka untuk semua partai, juga golongan. Yang bergabung di ODC adalah seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.

Soal warna-warni ini, kata Wowor, telah dibuktikan ketika Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) lalu. Bahwa ODC dipercayakan mengisi 40 persen calon legislative, 60 persen dari kader partai. Hasilnya, DPRD Propinsi Sulut, dari 11 anggota dewan 6 diantaranya direkrut dari ODC.

Cara ini pun dipilih partai (PDIP, red) ketika memilih calon kepala daerah yang bakal bertarung 9 Desember 2015 ini. Calon walikota Bitung dipilih Max Lomban yang kesehariannya sebagai Pembina ODC Kota Bitung. Selanjutnya, calon walikota Manado yang diusung PDIP adalah Hanny Jost Pajouw adalah pengurus ODC. Kemudian calon walikota Tomohon, John Runtuwene. Mantan Kepala LPG Dinas Pendidikan Propinsi Sulut ini juga adalah Ketua ODC Kota Tomohon.

“Ini yang membuat PDIP menjadi kuat di Kota Nyiur Melambai ini. Keterbukaan ini telah menjadikan PDIP partai modern dan disegani. Jadi, kalau ada kader yang bersuara, kenapa bukan kader partai, merekalah yang harus dipertanyakan. Mereka mengerdilkan partai dengan cara-cara sok idealis,” tandas Wowor setengah berorasi dalam acara yang turut dihadiri Anggota DPRD Propinsi Fanny Legoh, Pdt. Frangky Denga, Fungsionaris PDIP juga Pengurus ODC Jeffry Monengkey, dan beberapa fungsionaris partai itu. (WL/CS-1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s