Sempat “Dibuang” SHS, ROR Nahkodai Manado

MANADO – Ir. Royke Oktavian Roring, MSi, akhirnya dipastikan menjadi Penjabat Wali Kota Manado setelah Selasa, 8 Desember 2015 lalu dilantik Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda), DR Soni Sumarsono, MDM, atas nama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Cahyo Kumolo, di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado. [….]

Menurut Sumarsono yang juga Penjabat Gubernur Sulut, penunjukan ROR sebagai Penjabat Walikota Manado berdasarkan SK Mendagri Nomor: 31.71-6119 tahun 2015, tertanggal 7 Desember. ROR mulai bertugas terhitung 8 Desember 2015 bersamaan dengan berakhirnya masa tugas Vecky Lumentut-Harley Mangindaan sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado.

Soni Sumarsono mengingatkan, ROR harus gerak cepat. Sebab banyak sekali PR (pekerjaan rumah, red) yang harus diselesaikan. Mulai dari  menyelesaikan APBD 2016 (yang saat ini masih ditahap satu), mengawal Pilkada, dan menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), serta memecahkan masalah Manado yang kompleks. “Tidak ada waktu istirahat. Kalau perlu usai dilantik langsung kebut selesaikan semua PR ini,” katannya.

Meski banyaknya tanggung jawab tersebut, Sumarsono yakin akan kemampuan ROR. Menurutnya, ROR merupakan orang yang tepat dalam memecahkan permasalahan Manado. “Ia merupakan orang yang matang di bidang perencanaan,” jelasnya.

Sisi lain, pertanda bahwa ROR bakal duduk di kursi orang nomor satu, sebagai kepala daerah, sudah terlihat jauh hari sebelumnya. ROR pada tahun 2004 dipinang oleh Partai Demokrat sebagai Bakal Calon Walikota Manado. Namun, pinangan itu belum disangupinya. ROR msih lebih memilih meniti karier sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Baru kemudian ditahun 2008, ketika ROR dicalankon Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai Bupati Kabupaten Minahasa. Lamaran itu pun diterimanya. Namun, sayang ketika itu ROR harus mengakui keunggulan pasangan Stevanus Vreeke Runtu (Ketua PG Minahasa) – Jantje Wowiling Sajouw (Sekretaris PG Minahasa juga Anggota DPRD Minahasa; kini Bupati Kabupaten Minahasa diusung PDIP) yang ketika itu diusung Partai Golkar.

Setelah kegagalan dimomentum Pilkada Minahasa itu, ROR berkeinginan kembali berkarier sebagai PNS. Namun sayang ia bertepuk sebelah tangan. Salah satu lulusan terbaik ketika mengikuti pendidikan di Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) tahun 2008 itu, tidak bisa merasakan kembali kursi eselon II seperti sebelum ia mengikuti Pilkada alias “non job”. Menjalani masa “pembuangan” dimasa kepemimpinan Sinyo Harry Sarundajang, ROR memilih menghabiskan waktu dibidang pelayanan.

Sebelum dinon-jobkan, ROR beberapa kali menduduki jabatan eselon II, diantaranya, Kepala Biro Pembangunan Setda Prov Sulut, Kepala Dinas PU Sulut, Kepala Dinas Perhubungan Sulut, dan Kepala Dinas Sumber Daya Air.

Setelah beberapa waktu kemudian, ROR akhirnya mendapat kesempatan bisa meniti kembali kariernya yang sempat terputus. Jabatan pertama yang diberikan adalah Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi. Kemudian sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Selanjutnya, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Propinsi Sulawesi Utara. Dan, sebelum ditunjuk sebagai Penjabat Walikota Manado, ROR menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulut. (wl/CS)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s