Polri Ringkus 3 Pelaku Aksi Perdangan Manusia Ke LN

Jakarta, CS – Kembali aksi pedagangan manusia terjadi dan kali ini warga negara Indonesia dijanjikan untuk bekerja di luar negri seperti Potugasl, Belada dan  Turki dengan membayar uang jutaan rupiah.  Akbait karena tak sesuai janji WNI itu diperkajakan sebagi pelaut. Hingga kini dari sejumlah pelaku kejahatan ada yang sudah berhasil di ringkus dan kini tetap terus diproses. [….]

Direktur Tindak Pidana Umum, Brigjen Pol Agus Adrianto ditemui di  Kompleks Mabes Polri, Selasa (15/3) 2016 mengatakan kebetulan kita bekerjasama dengan kementerian Luar Negeri dan kedutaan besar yang ada diluar negeri, serta ada berapa perwakilan negara kita yang ada di luar negeri di Belanda,Portugal dan Turki yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang.” Dimana mereka dijanjikan pekerjaan tertentu ternyata janji  itu tidak terlaksana dan bahkan mereka diterlantarkan disana,” ujarnya.

Ketika ditanya sudah berapa orang, siapa pelakunya dan apa modusnya, Agus menegaskan ada 12 orang korban di Turki dan 6 orang di Portugal.” Informasi ada  juga dari dikedutaan Belanda, dimana  itu berawal dari dijanjikan untuk bekerja di Belanda , namun pada kenyataannya mereka tidak diperkejakan dan dipekerjakan sebagai anak buah kapal di Potugal. Ini ada 6 orang yang menjadi korban,” tegasnya

Sesuai perkembangan, Agus menjelaskan hingga kini pelaakunya ada  satu orang sudah berhasil kita tangkap. “Kemudian yang ada di Turki dijanjikan untuk bekerja di Timur Tengah 9 orang  korban , kita sudah tangkap dua pelaku orang tersebut.  korbannya sudah kita dibawa,” jelasnya

Saat ditanya kapan mau dibawa ke Jakarta, Agus merincinya semua sudah dikembalikan. Para pelaku itu,mereka adalah  perorangan.” Yang diportugal sudah menjadi anak  buah  kapal. Sementara yang di  Turki ditempat menjadi pekerja rumah tangga,” rincinya.

Untuk itu cara mengajaknya, Agus menandaskan mereka kan modusnya membujuk, menjanjikan gaji yang besar untuk ditempatkan . Seperti di Turki dan di Timur Tengah. “Kemudian di Ryad, mereka minta untuk mendapat pekerjaan yang 200 Dolar 1 bulan. Kenyataannya mereka dipekerjakan di Turki,” tandasnya.

Ketika didesaka bagaimana mereka bisa menemui keluarganya, Agus membeberkan Mereak mengunkan modus-modus itu. “Yang di Turki inisial  SY. Sedangkan di Turki adalah VR alias S. Kemudian di Portugal TK ,MA,”Bebernya.

Menyinggung bayaranya, Agus mengungkapkan kalau di  Poltugal  setiap 1 orang harus membayar Rp 65 juta- Rp 95 Juta. Yang di Turki mereka membayar Rp 3,5 Juta. “Kasus perdagangan manusia sedemikian banyak ,maksud bukan saja dari kementerian luar negri dan dari kedutaan juga yang ada diluar negeri yang diinformasikan kepada kita, lalu kita merespon informasi-informasi yang ada,” ungkapnya

Terus caaranya bagaimana melihat penipuan, Agus menambahkan kalau memang mau bekerja diluar negeria ikutilah pelatihan-pelatihan dari TKI yang resmi.” Kepada perorangan yang menjanjikan belum tentu kejelasannya, sehingga  mereka rawan menjadi korban,” tambanya. (vecky/CS).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s