Ganti Rugi Tol Manado Bitung Tuntas 2016

Manado, CS – Simpang-siur informasi soal pembayaran ganti rugi pembebasan lahan yang terkena pembangunan jalan tol Manado-Minahasa Utara-Bitung, terjawab sudah. Tahun ini (2016, red), dipastikan proses ganti rugi lahan yan g terkena pembangunan jalan tol Manado-Bitung, akan dibayarkan.[….]

“Sampai saat ini sudah tidak ada masalah lagi,” demikian diungkapkan Kapala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Sulut, Ir. Eddy Kenap, kepada tim wartawan Cahaya Siang News, di ruang kerjanya, pekan lalu.

Dikatakannya, soal penetapan harga yang variatif, yang sering dipermasalahkan, sebenarnya itu bukan suatu kesalahan. Tidak ada yang salah dalam penentuan harga. Pasalnya, penetapan harga semua dilakukan oleh tim taksir harga dari pusat berdasarkan sejumlah variable penentu, diantaranya mulai dari NJOP, nilai jual tanah sampai isi lahan pekarangan yang terkena pembangunan.

Dan, tambah Kenap, (jika) yang terkena pembangunan sudah ada bangunan rumah, maka sampai variable si pemilik kemungkinan tiggal di rumah kost atau pindah rumah baru, semuanya diperhitungkan. “Sedikitnya, kurang lebih 150 variabel penentu sebelum ditetapkannya harga ganti rugi,” kata mantan Kadis Perhubungan ini.

Jadi soal tafsir harga itu clear. Selanjutnya, soal pembayaran yang sering tertunda. Perlu diketahui, untuk pembayaran semuanya dilakukan oleh Pusat. Jadi, dana akumulatif secara nasional. Jadi, apabila kita masih terhambat dengan ketidaksetujuan harga, dana yang disiapkan secara nasional ini akan dibayarkan dulu kepada daerah yang sduah siap menerima pembayaran. Bagi daerah yang masih bermasalah akan dibayarkan pada tahap berikutnya.

Kadis PU Sulut Ir. Eddy Kenap mengatakan, jalan Tol Manado-Bitung panjangnya 39 Km terdiri dari dua segmen yaitu segmen 1 Manado- Airmadidi, segmen 2 Airmadidi-Bitung.  Posisi sampai saat ini Kenap menyebutkan, jalan tol ini sudah dilaksanakan Graund Breaking sejak  Tahun 2014 lalu, oleh Menko Perekonomian RI Chairul Tanjung sepanjang 600 meter.

Sedang terkait dengan pembebasan lahan di segmen 1 sudah tuntas 90 persen. ‘’Dimana Pemprov Sulut terus berupaya bersama Pemkab Minut dan Pemkot Bitung agar pembebasan lahan seluruhnya di targetkan sampai tahun 2016 mendatang, karena masih terjadi sedikit kendala seperti untuk pembayaran ganti rugi, dimana pemilik tanah tidak berada di tempat, pemindahan kerangka di pekuburan, pemindahan tempat ibadah dan sekolah  serta penebangan pohon, ‘’ujar Kenap.

Namun Kenap merasa optimis bahwa kendala-kendala yang ada tersebut akan segera tuntas, karena pemerintah provinsi dalam hal ini Pak Gubernur terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. ‘’Pemprov Sulut diminta oleh anggota BPJT Koentjahjo Pamboedi untuk dapat memasang papan pengumuman di setiap lahan yang sudah dibebaskan bahwa tanah ini milik Pemprov agar bisa menghindari terjadinya pencurian aset,’’ kata Kenap.

Sebelumnya, informasi yang diterima dari Humas Pemerinta Propinsi, bahwa Badan Koordinasi Penamanaman Modal (BKPM) dan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), telah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Sulut di ruang Ex WOC Kantor Gubernur Sulut yang dihadiri Kadis PU Sulut Ir Eddy Kenap.

Tujuan kedatangan Kasubid Infrastruktur Transportasi Darat Jalan dan Jembatan BKPM Gatot Subyargo W dan Anggota BPJT Koentjahjo Pamboedi dalam rangka mengevaluasi perkembangan pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung dengan pemerintah Provinsi Sulut. Jalan Tol Manado-Bitung telah masuk dalam agenda RPJM 2015 s/d 2019. (wilson/CS)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s