PERTEMUAN BKSAUA KOTA TOMOHON: TOLERANSI UMAT BERAGAMA DI SULUT MEROSOT

Peringkat I pindah ke NTT, Sulut sekarang peringkat V

Tomhon (CS).  Sulawesi Utara yang pernah menjadi barometer kerukunan antar umat beragama di Indonesia dengan indeks tolerenasi antar golongan agama  mencapai pringkat I, sekarang ini merosot sampai ke peringkat V. Dan yang mengejutkan, kemerosotan ini  penyumbang  data negative terbesarnya adalah Kota Tomohon, yang justeru  dikenal sebagai penyandang predikat kota beriman.[….]

Hal ini diungkapkan Walikota Tomohon J.F.Eman SE.Ak dalam sambutannya ketika membuka pertemuan berkala BKSAUA Kota Tomohon, Kamis 7 April 2016 di Aula lt III Kantor Walikota Tomohon. Untuk itu Walikota Eman menghimbau seluruh pimpinan umat beragama di kota Tomohon serta  pemuka masyarakat yang hadir dalam pertemuan itu, agar berusaha memulihkan citra kota Tomohon sebagai kota penyandang moto kota beriman, dengan menjunjung tinggi toleransi antar semua umat dan golangan agama yang ada. Kerukunan itu bukan saja antar golongan dan denominasi yang ada, melainkan juga kerukunan  internal di kalangan  umat beragama itu sendiri. Menurut Walikota, sebenarnya kasus internal umat beragama  yang terjadi di kota Tomohon, hanyalah sengketa yang terjadi di sebuah Vihara, dimana perakaranya sekarang sudah berpada di tingkat Mahkamah Agung.

Data yang cukup mengejutkan puluhan peserta pertemuan BKSAUA  tingkat Kota Tomohon ini, juga  secara rinci diungkapkan Kepala Kantor Urusan Agama Sulawesi Utara Haji Drs Sulaiman dalam paparan materi penyuluhan yang disampaikan dalam pertemuan ini. Menurut Drs Sulaiman, kemerosotan peringkat ini, disebabkan maraknya konflik horinsontal dalam masyarakat yang ikut menodai kerukunan antar umat beragama, seperti kasus penggunaan panah wayer, pembakaran rumah, pemabukan dan penyakit masyarakat lainnya yang sering terjadi di Sulut. Peringkat I penilaian tolernsi antar umat beragama secara nasional, menurunt Haji Soleiman sekarang ini dipangku oleh Provinsi NTT, sehingga ia berniat akan melakukan studi banding ke provinsi itu dalam waktu dekat, bersama unsure tokoh tokoh akama dari Sulut.  Ia mencotohkan insiden yg terjadi di Basaan, Minahasa Tenggara factor pemicunya, adalah warga yg sudah mengonsumsi miras sehingga tidak dapat lagi mengendalikan diri. Karena itu menurutnya  Bupati Mitra Sumendap, telah berkomitmen untuk membrantas peredaran miras di wilauah Minahasa Selatan, .

Menegaskan tentang  pentingnya upaya memelihara kerukunan antar umat beragama, Kakanmenag Provinisi Sulut itu, menghimbau agar umat beragama memahami tiga factor utama, yaitu  menerima perbedaan keyakinan dan latarbelakang sosial budaya, menghargai perbedaan itu dengan saling memberikan akses kepada pihak lain melakukan ritual keyakinannya,  dan siap untuk bekerjasama saling membantu satu dengan yang lain untuk perekembangan dan kemajuan bersama.

Sementara itu Kapolres Kota Tomohon AKBP Monang Simanjuntak, telah memaparkan secara detail tentang urgensi program Binsiskamtibmas (Pembinaan Sistim Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) yg menjadi tugas dan fungsi utama Polri untuk dapat menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat pada umumnya. Sasaran an tujuan utama program Binsiskamtibmas ini, tak lain adalah demi menjamin kesejahterah dan ketenangan hidup masyarakat pada umumnya, agar dapat menikmati suasana yang kondusif sebagai warga Negara yang diayomi oleh hukum dan konstitusi Negara. Dalam paparan materi tu, secara rinci dikemukakan hal hal yang menjadi tantangan dan menimbulkan gangguan terhadap ketertiban masyarakat, al  penggunaan narkoba, miras, perjudian, dan berbagai penyakit masyarakat. Utntuk itu Kapolres Tomohon menghimbau agari Umat beragama di kota ini, lebih meningkatkan perannya dalam pembinaan mental kerohanian umat masing masing. Peran serta dan kerjasama umat beragama menurut Kapolres, sangat pontensial membantu terwujudnya program Binsiskamtibmas, yang memang bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi juga menjadi tanggung jawab semua lapisan dan golongan masyarakat kekuatan Bangsa.

Pertemuan berkala BKSAUA ini, diprakarsai oleh Biro Kesra Pemkot Tomohon dbp Ibu Vony  Montalalu Spd, dihadiri juga oleh Kepala Kantor Urusan Agama Kota Tomohon, Ibu Sepang, Presidium BKSAUA t Kota Tomohon dpb Ketua Presidium Pdt R.Tamaweol, serta seluruh pengurus BKSAUA tingkat Kecamatan dan kelurahan se Kota Tomohon, termasuk  utusan dari semua golongan agama yang ada di kota Tomohon.. Ketua Presidium BKSAUA Kota Tomohon Pdt Tamaweol, dlm kesempatan ini, mengharapakan semua umat beragama di kota Tomohon, berusaha memelihara kebanggaan  citra kerukunan umat beragama yang menjadi teladan nasinonal sejak tahun 1969, ketika BKSAUA pertama dibentuk di Sulut di zaman kepemimpinan Gubernur H.V.Worang, yang kemudian dicontohi secara nasional. (ph/WL)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s